Aglomerasi Metropolitan Politik Pemerintahan Olahraga

Penularan Semakin Mengkhawatirkan, Lintas Sektor di Depok Perkuat Penanganan dan Pencegahan HIV

Febry Ferdian • Rabu, 24 September 2025 | 23:26 WIB
Kepala Dinas Sosial Kota Depok, Devi Maryori bersama sejumlah komunitas pemerhati HIV di Kantor Dinsos, Selasa (23/9).
Kepala Dinas Sosial Kota Depok, Devi Maryori bersama sejumlah komunitas pemerhati HIV di Kantor Dinsos, Selasa (23/9).

JawaPos.com – Upaya penanganan HIV di Kota Depok tidak hanya berfokus pada layanan kesehatan, tetapi juga menyentuh aspek sosial melalui bantuan dan fasilitasi kebutuhan para penyintas. Dinas Sosial (Dinsos) Kota Depok bersama komunitas penggiat seperti Aksi Kemanusiaan Indonesia (KAKI) terus berkolaborasi dalam memberikan dukungan bagi orang dengan HIV (ODHIV).

Kepala Dinas Sosial Kota Depok, Devi Maryori, menjelaskan, pihaknya berperan dalam memfasilitasi kebutuhan penyintas dengan menghubungkan mereka ke Kementerian Sosial (Kemensos).

"Kami hanya memfasilitasi, memfasilitasi mengakseskan ke Kemensos. Jadi mendata mereka, mengasesmen mereka, kemudian menilai kebutuhan mereka dari hasil asesmen, kemudian kami akseskan ke Kemensos, ke sentra-sentra yang bisa memberikan bantuan selama ini," ujar Devi.

Bantuan yang diberikan pun beragam, mulai dari nutrisi, sembako, peralatan rumah tangga, hingga alat bantu seperti kursi roda. "Waktu itu 29 penderita untuk mendapatkan bantuan dari Sentra Pangudi Luhur, bantuan permodalan berupa barang-barang, kemudian bantuan nutrisi, sembako, alat-alat dapur, dan sandang. Ada juga alat bantu, kursi roda empat," tambahnya.

Devi menegaskan, peran utama Dinsos adalah memastikan para penyintas dapat terhubung dengan akses bantuan sosial sesuai kebutuhan mereka. "Kalau untuk penanganan HIV sendiri, bantuan langsung tidak ada, karena itu studi dari Kemensos. Untuk ini kami support di fasilitasi atensi bantuan ke Kementerian," jelasnya.

Di sisi lain, Direktur Komunitas Aksi Kemanusiaan Indonesia (KAKI), Erwan Cahyono, menyampaikan, kegiatan ini bagian dari Penyaluran Bantuan Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI) oleh Kementerian Sosial RI melalui Sentra Terpadu Pangudi Luhur (STPL) yang telah menjangkau puluhan orang Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) di Kota Depok.

Dia menyoroti pentingnya langkah preventif melalui edukasi, khususnya kepada komunitas kunci seperti pekerja seks perempuan dan laki-laki yang berhubungan seks dengan laki-laki (LSL).

"Kami ini mendampingi, memberikan edukasi kepada komunitas kunci. Salah satunya itu pekerja seks komersial atau pekerja seks perempuan. Kita tahu sendiri di Depok ini, boleh dibilang pekerja seks perempuan itu ada dan tidak ada. Artinya secara formal memang tidak ada, tetapi secara informal di tempat-tempat khusus, tempat-tempat spesifik, tempat-tempat tersembunyi itu ada. Nah disitulah kami melakukan edukasi," ungkap Erwan.

Menurut Erwan, kelompok LSL menjadi salah satu yang paling rentan dalam penyebaran HIV. "Untuk penularan tertinggi itu, yang paling cepat itu dari laki-laki suka laki-laki. Itu sangat percepatannya ya," ujarnya.

Dia juga mengingatkan, tren penularan semakin mengkhawatirkan karena menyasar kelompok usia muda. "Kalau dulu kan orang dewasa, sekarang ini trennya anak-anak SMP pun ada beberapa kasus yang ditemukan. Di Depok," jelasnya.

Meski tantangan pencegahan tidak mudah, Erwan menekankan pentingnya kolaborasi lintas pihak untuk memperlambat laju penularan. "Kami sudah berkolaborasi dengan Dinsos sejak 13 tahun. Pun memang tidak signifikan, tapi setidaknya bisa meminimalisir percepatan penularan. Kalau untuk penularan agak sulit dihentikan, tapi kami hanya bisa meminimalisir percepatan penularan," tandasnya.

Melalui kombinasi bantuan sosial, fasilitasi akses layanan, serta edukasi kepada komunitas kunci, Depok terus berupaya agar penyintas HIV dapat memperoleh dukungan yang layak sekaligus menekan risiko penyebaran di tengah masyarakat.

Editor : Arief Indra Dwisetyadi
kota depok hiv