Aglomerasi Metropolitan Politik Pemerintahan Olahraga

Pastikan Pelajaran Renang di Sekolah Tidak Boleh Jadi Beban Orang Tua, Ini Reaksi Wali Kota Bekasi!

Febry Ferdian • Senin, 29 September 2025 | 12:57 WIB
Wali Kota Bekasi Tri Adhianto bersama pelajar SMPN 30 Kota Bekasi.
Wali Kota Bekasi Tri Adhianto bersama pelajar SMPN 30 Kota Bekasi.

JawaPos.com – Wali Kota Bekasi Tri Adhianto menegaskan, pelajaran renang di sekolah bukan mata pelajaran wajib dan tidak boleh dijadikan penentu nilai akademis. Pernyataan tersebut disampaikan Tri saat menyerahkan 173 kacamata gratis untuk siswa SMPN 30 Kota Bekasi, bekerja sama dengan Ikatan Profesi Optometris Indonesia (IROPIN).

Penjelasan ini merespons keluhan sejumlah orang tua murid yang merasa keberatan dengan biaya dan akses sarana untuk mengikuti pelajaran renang. Tri memastikan sekolah harus memberi opsi lain yang lebih sesuai dengan kondisi peserta didik.

“Renang bukan kewajiban dan tidak digunakan sebagai syarat penilaian. Itu hanya pilihan dari sekolah. Masih banyak cabang olahraga lain yang dapat menjadi sarana pembentukan karakter, kesehatan, dan semangat sportivitas. Jangan sampai kegiatan ini justru membebani orang tua,” tegas Tri.

Dia menekankan, pendidikan jasmani di sekolah bertujuan membentuk karakter sehat dan tangguh, bukan sekadar mengejar nilai atau prestasi jangka pendek. Pemerintah Kota Bekasi, kata Tri, berkomitmen menghadirkan fasilitas olahraga yang merata agar setiap siswa bisa berpartisipasi tanpa merasa tertekan.

“Kita ingin mencetak atlet-atlet asli dari Kota Bekasi dari berbagai cabang olahraga. Namun tidak hanya itu, kita juga ingin memberi ruang bagi anak-anak yang berprestasi di bidang seni dan budaya. Semua ini adalah bagian dari upaya membentuk generasi unggul yang membanggakan orang tua mereka,” ujarnya.

Selain menyoroti sarana olahraga, Tri mengingatkan pentingnya peran keluarga dalam mendukung tumbuh kembang anak. Menurutnya, gizi seimbang dan kesehatan mata juga perlu diperhatikan agar anak siap mengikuti seluruh aktivitas belajar.

“Anak-anak harus kita persiapkan secara utuh. Tidak cukup hanya dari sisi akademik atau olahraga, tapi juga dari sisi gizi, kesehatan mata, mental, dan karakter. Semua itu harus berjalan beriringan,” tambahnya.

Pernyataan Tri ini menjadi sinyal arah kebijakan Pemkot Bekasi yang menitikberatkan pada pendidikan inklusif, ramah orang tua, dan adaptif terhadap kebutuhan siswa.

Editor : Arief Indra Dwisetyadi
Wali Kota Bekasi Tri Adhianto