JawaPos.com — Wali Kota Bekasi Tri Adhianto menyampaikan belasungkawa atas bencana besar yang menimpa sejumlah daerah di Tanah Air, terutama di Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh. Hal itu dia sampaikan pada apel pagi Pemerintah Kota Bekasi, kemarin.
Di hadapan para Aparatur Sipil Negara (ASN), Tri mengajak seluruh jajaran untuk menunjukkan solidaritas nyata melalui penggalangan dana bagi para korban.
’’Satu hal, tentu hari ini kita merasa prihatin dan turut berduka cita atas musibah yang terjadi di Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh. Oleh karena itu, saya berharap donasi dapat dihimpun untuk warga masyarakat yang terdampak, dan diinisiasi pula oleh para ASN,” ujarnya.
Sebagai bentuk dukungan konkret, Tri menyampaikan bahwa Program Jumat Berkah yang biasa menyediakan makanan bagi warga akan dialihkan sementara menjadi donasi berbentuk uang. Seluruh bantuan nantinya disalurkan melalui rekening Patriot Peduli.
’’Pekan Jumat ini, yang biasanya kita gunakan untuk berbagi makanan bagi warga Kota Bekasi, kita kumpulkan dalam bentuk uang dan disalurkan melalui rekening Patriot Peduli. Nanti kita bersama masyarakat, pihak swasta, dan berbagai unsur akan turut berdonasi. Ini bentuk empati kita terhadap saudara-saudara yang sedang menghadapi cobaan,” tuturnya.
Sebelumnya, Komisi VIII DPR RI melakukan kunjungan kerja ke Pemerintah Kota Bekasi untuk menilai kesiapan daerah dalam menghadapi potensi bencana. Pertemuan digelar di Ruang Rapat Pendopo Wali Kota Bekasi.
Ketua Komisi VIII DPR RI, Marwan Dasopang, menegaskan bahwa kunjungan tersebut merupakan bagian dari fungsi pengawasan parlemen terkait mitigasi bencana.
“Kota Bekasi memiliki tingkat kerentanan bencana yang cukup tinggi, terutama banjir. Karena itu, kami ingin memastikan upaya mitigasi dan kesiapsiagaan berjalan dengan baik,” ujarnya.
Wakil Wali Kota Bekasi, Abdul Haris Bobihoe, menyambut baik langkah DPR RI. Ia menyebut bahwa tantangan kebencanaan yang semakin kompleks menuntut upaya penguatan sistem penanggulangan bencana di tingkat daerah.
“Banjir besar pada Maret 2025 menjadi pelajaran penting bahwa tantangan kebencanaan semakin kompleks. Kami terus berupaya meningkatkan kapasitas dan respons penanggulangan bencana di daerah,” katanya.
Editor : Arief Indra Dwisetyadi