Aglomerasi Metropolitan Politik Pemerintahan

Menteri Dody Dampingi Presiden Prabowo Tinjau Pengungsi Aceh Tamiang

Almushowir • Jumat, 12 Desember 2025 | 18:58 WIB
Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo mendampingi Presiden Prabowo Subianto meninjau kondisi pengungsi dan wilayah terdampak banjir bandang di Aceh Tamiang, Jumat (12/12).
Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo mendampingi Presiden Prabowo Subianto meninjau kondisi pengungsi dan wilayah terdampak banjir bandang di Aceh Tamiang, Jumat (12/12).

JawaPos.com - Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo mendampingi Presiden Prabowo Subianto meninjau kondisi pengungsi dan wilayah terdampak banjir bandang di Aceh Tamiang, Jumat (12/12).

Dalam kunjungan tersebut, Menteri Dody menegaskan bahwa Kementerian PU mengerahkan seluruh sumber daya untuk mempercepat pemulihan infrastruktur, mulai dari akses jalan nasional, jembatan, normalisasi sungai hingga penyediaan layanan dasar bagi masyarakat.

Presiden Prabowo Subianto.
Presiden Prabowo Subianto.

Dody menyatakan pemulihan konektivitas menjadi fokus utama karena banyak jalur strategis terputus akibat banjir bandang dan longsor. “Atas arahan Bapak Presiden, seluruh jajaran Kementerian PU bekerja maksimal untuk memastikan akses darat segera pulih. Ini penting untuk mobilitas warga, distribusi bantuan, dan percepatan penanganan di lapangan,” ujarnya.

Hingga Jumat pagi (12/12), sejumlah ruas vital masih terdampak, termasuk Jembatan Krueng Tingkeum di Lintas Bireuen–Aceh Utara yang putus dan kini tengah dipasang jembatan bailey dengan progres pendorongan 15 meter.

Pengoperasian sementara ditargetkan 14 Desember. Di ruas Bireuen–Bener Meriah, pemasangan bailey di Jembatan Teupin Mane ditargetkan rampung 15 Desember, sementara pemulihan koridor Bireuen–Aceh Tengah—yang mengalami enam jembatan putus—ditargetkan selesai 30 Desember 2025.

Penanganan juga berlangsung di ruas Blangkejeren–Aceh Tenggara dengan dua titik badan jalan amblas, yang ditargetkan pulih 28 Desember. Akses menuju Kutacane terus dikerjakan melalui pemasangan bailey dan penimbunan oprit, dengan target fungsional pada 30 Desember.

Sejumlah jalur strategis telah kembali dibuka. Ruas Banda Aceh–Meureudu serta Meureudu–Pidie Jaya–Bireuen sudah fungsional sejak 12 Desember, diikuti jalur Lhokseumawe–Langsa dan Langsa–Kuala Simpang. Akses Kuala Simpang–perbatasan Sumut juga telah pulih untuk seluruh kendaraan. Sementara itu, jalur Genting Gerbang–Celala–Aceh Tengah sudah dapat dilalui roda dua dengan peningkatan untuk roda empat ditargetkan 17 Desember. Kementerian PU juga memberikan perhatian pada Lintas Tengah Aceh yang mengalami 13 jembatan putus menuju Takengon.

Selain infrastruktur jalan dan jembatan, Kementerian PU melalui Ditjen Cipta Karya memperkuat dukungan layanan dasar di titik pengungsian. Sebanyak 30 personel, armada truk, mobil tangki air, toilet portabel, hidran umum, septic tank, dan toren telah dikerahkan ke Aceh Tamiang. Dukungan serupa juga disalurkan ke Kabupaten Pidie, Bireuen, Pidie Jaya, Gayo Lues, Aceh Tenggara, hingga Aceh Timur.

Seluruh unit teknis Kementerian PU terus bekerja tanpa jeda untuk membuka isolasi wilayah dan mempercepat pemulihan. Pemerintah berharap konektivitas di seluruh Aceh dapat segera pulih sehingga aktivitas warga dapat kembali normal. (als/wir)

Editor : Arief Indra Dwisetyadi
#Menteri Pekerjaan Umum #PU #Dody Hanggodo