Aglomerasi Metropolitan Politik Pemerintahan

Penuhi Nutrisi Korban Banjir Bandang di Aceh, Kemenag Salurkan Daging Dam Haji 2025

Hilmi Setiawan • Jumat, 19 Desember 2025 | 19:19 WIB
Menag Nasaruddin Umar menyalurkan daging dam atau denda haji 2025 untuk korban banjir bandang Sumatera di Kabupaten Bireuen, Aceh (18/12). (Dok. Kemenag)
Menag Nasaruddin Umar menyalurkan daging dam atau denda haji 2025 untuk korban banjir bandang Sumatera di Kabupaten Bireuen, Aceh (18/12). (Dok. Kemenag)

JawaPos.com - Penyaluran daging hewan dam atau denda haji 2025 disalurkan untuk korban bencana alam di Aceh. Tujuannya untuk membantu pemenuhan nutrisi korban bencana. Pengiriman daging dam tersebut merupakan kolaborasi antara Kementerian Agama (Kemenag) dengan Baznas.

Penyerahan daging dam itu dipimpin langsung Menag Nasaruddin Umar di Pondok Pesantren Najmul Hidayah Al Aziziyah, Kabupaten Bireuen, Aceh, Kamis (18/12). Pesantren ini terdampak banjir bandang yang menyebabkan asrama putri ambles dan terbawa arus air.

Bantuan yang disalurkan pada kesempatan itu meliputi sarung, mukena, selimut, paket sembako, genset, perlengkapan kebersihan. Selain itu, Nasaruddin juga menyalurkan daging Dam Haji 2025. Bantuan ini diharapkan dapat membantu pemulihan aktivitas pesantren sekaligus meringankan beban para santri dan pengelola pascabencana.

Seperti diketahui mayoritas jemaah haji Indonesia, termasuk petugas yang melaksanakan haji, masuk kategori haji tamatuk. Konsekuensi dari haji tamatuk adalah wajib menyembelih satu ekor hewan sebagai dam atau denda. Hewan dam ini bisa berupa kambing atau domba.

Biasanya daging dam didistribusikan di Arab Saudi. Tetapi pada musim haji 2025 lalu, daging dam dikirim ke Indonesia. Tujuannya untuk membantu masyarakat Indonesia untuk pemenuhan gizi. Termasuk jika ada kondisi darurat. Hewan dam tetap disembelih di Saudi, hanya saja dagingnya yang dikirim ke tanah air. Dalam satu kemasan daging dam, berisi daging dengan berat 200 gr.

Nasaruddin menyampaikan empati dan penguatan spiritual kepada keluarga besar pesantren yang terkena musibah banjir bandang. Dia menegaskan bahwa musibah bukanlah hukuman. Musibah adalah ujian yang mengandung hikmah dan pahala.

Dia menjelaskan dalam Islam diajarkan bahwa di balik setiap ujian selalu ada hadiah. Semakin besar ujian, semakin besar pula pahala yang disiapkan Allah. "Karena itu, jangan pernah takut terhadap musibah,” ujar Nasaruddin.

Dia mengingatkan bahwa musibah tidak boleh dipahami sebagai kutukan. Menurutnya, Alquran dan hadis justru memberikan panduan bagaimana manusia menyikapi cobaan dengan kesabaran dan keimanan. “Musibah bukan kutukan. Solusinya bukan keputusasaan, tetapi kembali kepada Alla," katanya. Menurut Nasaruddin, kesabaran adalah kualitas iman tertinggi. Dengan sabar, ujian menjadi jalan kenaikan derajat.

Selain itu Nasaruddin bersama Baznas juga menyalurkan bantuan keperluan pengungsi melalui Pemerintah Aceh yang diterima secara simbolis oleh Sekretaris Daerah Aceh Nasir di Pidie Jaya, Aceh. Penyerahan bantuan ini sebagai bentuk sinergi Kemenag dan Baznas dalam merespons dampak bencana. Serta membantu pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak.

Ketua Bazna Noor Achmad menegaskan, keterlibatan mereka dalam penyaluran bantuan merupakan tindak lanjut atas petunjuk dan arahan Menteri Agama serta amanah umat yang dikelola Baznas. “Bantuan ini merupakan amanah umat yang kami salurkan untuk meringankan beban masyarakat terdampak,” ujarnya.

Menurutnya, Baznas akan terus berkoordinasi dengan Kemenag dan Pemerintah Daerah Aceh untuk memastikan penyaluran bantuan berjalan tepat sasaran. Derta mendukung proses pemulihan masyarakat hingga kondisi kembali pulih.

Bantuan yang disalurkan mencakup berbagai keperluan pengungsi. Mulai dari kebutuhan dasar, perlengkapan ibadah, perlindungan perempuan dan anak, serta dukungan kesehatan. Selain itu juga ada layanan dukungan psikososial sebagai bagian dari upaya pemulihan pascabencana. 

Editor : Arief Indra Dwisetyadi
#kemenag #baznas