Aglomerasi Metropolitan Politik Pemerintahan

Lulus S3 di Ubharajaya, Direktur BPJS Ketenagakerjaan Ungkap Tantangan Peningkatan Layanan yang Adil

Hilmi Setiawan • Rabu, 11 Februari 2026 | 07:48 WIB
Proses sidang terbuka disertasi Direktur Human Capital dan Umum BPJS Ketenagakerjaan Abdur Rahman Irsyadi di Universitas Bhayangkara Jakarta Raya (10/2). (Dok. Pribadi)
Proses sidang terbuka disertasi Direktur Human Capital dan Umum BPJS Ketenagakerjaan Abdur Rahman Irsyadi di Universitas Bhayangkara Jakarta Raya (10/2). (Dok. Pribadi)

JawaPos.com - Direktur Human Capital dan Umum Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJS Ketenagakerjaan) Abdur Rahman Irsyadi berhasil meraih gelar Doktor. Dia mempertahankan disertasi soal layanan BP Jamsostek dalam sidang terbuka Program Doktor Ilmu Manajemen Universitas Bhayangkara Jakarta Raya (Ubharajaya) di Jakarta Selatan (10/2).

Dalam disertasi tersebut, upaya peningkatan kualitas layanan BPJS Ketenagakerjaan menjadi fokus utama. Disertasi itu mengkaji secara mendalam bagaimana kualitas layanan BPJS Ketenagakerjaan dapat ditingkatkan secara lebih adil, konsisten, dan berkelanjutan. Khususnya di tengah meningkatnya tuntutan masyarakat pekerja terhadap layanan yang cepat, mudah, dan transparan.

Dalam pemaparannya, Abdur Rahman Irsyadi menegaskan kualitas layanan BPJS Ketenagakerjaan tidak cukup diperbaiki hanya melalui prosedur atau digitalisasi saja. Tetapi juga harus dibangun melalui penguatan kinerja karyawan yang didukung sistem kerja, budaya pelayanan, dan pemanfaatan teknologi secara terpadu.

“Penelitian ini menunjukkan bahwa kualitas layanan BPJS Ketenagakerjaan sangat ditentukan oleh bagaimana sistem SDM bekerja secara menyeluruh," katanya. Dia menambahkan kinerja karyawan menjadi kunci utama yang menerjemahkan kebijakan, teknologi, dan budaya kerja menjadi pelayanan nyata yang dirasakan peserta BPJS Ketenagakerjaan.

Penelitian itu menggunakan pendekatan kuantitatif eksplanatori. Penelitian tersebut mengungkap bahwa dalam konteks BPJS Ketenagakerjaan sebagai organisasi publik yang highly regulated, pengalaman kerja dan kepemimpinan tidak selalu berdampak langsung terhadap kualitas layanan. Melainkan berperan menjaga stabilitas dan konsistensi pelayanan.

Sebaliknya, motivasi kerja, budaya pelayanan, dan sistem layanan digital yang efektif terbukti lebih menentukan kualitas layanan yang dirasakan masyarakat. Temuan disertasi ini memberikan kontribusi penting bagi upaya perbaikan layanan BPJS Ketenagakerjaan.

Antara lain, mendorong layanan yang lebih konsisten antarwilayah. Kemudian mengurangi keluhan akibat miskomunikasi dan proses yang berulang. Serta meningkatkan kepercayaan peserta terhadap layanan jaminan sosial ketenagakerjaan.

Secara praktis, hasil penelitian itu dapat dimanfaatkan sebagai dasar empiris dalam perumusan kebijakan SDM dan layanan BPJS Ketenagakerjaan. Terutama dalam penguatan frontliner, pengembangan budaya kerja pelayanan, serta optimalisasi transformasi digital yang berorientasi pada peserta.

Sidang Terbuka itu menegaskan bahwa peningkatan kualitas layanan BPJS Ketenagakerjaan bukan semata isu administratif. Melainkan bagian dari tanggung jawab negara dalam melindungi dan melayani masyarakat pekerja. Disertasi itu diharapkan dapat menjadi rujukan akademik dan praktis bagi perbaikan layanan jaminan sosial ketenagakerjaan di Indonesia. 

Editor : Arief Indra Dwisetyadi
#bpjs ketenagakerjaan