Aglomerasi Metropolitan Politik Pemerintahan

Rencana MRT ke Tangsel Masih Dikaji, Dua Opsi Rute Dipertimbangkan: Melintasi Ciputat atau Langsung ke BSD

Deby Alya Ramadhani • Kamis, 23 April 2026 | 14:00 WIB
ILUSTRASI: MRT Jakarta (Jakarta Smart City)
ILUSTRASI: MRT Jakarta (Jakarta Smart City)

JawaPos.com – Rencana perpanjangan jalur MRT ke wilayah Tangerang Selatan kembali menjadi perhatian publik. Hal ini terjadi setelah munculnya beberapa konten di media sosial yang menjelaskan kemungkinan adanya perubahan jalur dari rencana awal. Kini, pemerintah bersama dengan berbagai pihak tengah memasuki tahap studi kelayakan terkait proyek ini.

Berdasarkan informasi yang beredar, perpanjangan jalur ini akan menghubungkan kawasan Lebak Bulus di Jakarta Selatan hingga BSD, Serpong. Panjang lintasan diperkirakan mencapai sekitar 22,6 kilometer. Nantinya, lintasan ini akan memiliki sekitar 12 stasiun pemberhentian.

Rute MRT ke Tangsel ini belum sepenuhnya final karena masih terdapat opsi trase lain yang juga tengah dikaji. Salah satu opsi tersebut yaitu jalur yang melintasi wilayah Pondok Cabe, Pamulang, dan menuju Rawa Buntu. Sedangkan opsi jalur yang melalui Bintaro hingga BSD dipertimbangkan dengan dukungan developer kawasan tersebut.

Baca Juga: 5 Rute Bus AKAP Baru dari Jawa ke Bali yang Lebih Cepat Setelah Tol Trans-Jawa Terintegrasi

Proyek ini telah memasuki tahap feasibility study sejak 2025. Sejumlah pihak yang terlibat dalam pembahasan tersebut antara lain Kementerian Perhubungan, Bappenas, hingga pemda setempat. Belakangan disebutkan bahwa terdapat juga pihak swasta yang akan terlibat dalam proyek perpanjangan jalur ini.

Pembangunan MRT Tangsel juga telah masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJM). Ini menandakan bahwa proyek tersebut termasuk dalam prioritas pembangunan nasional. Meskipun begitu, pelaksanaan fisiknya masih bergantung pada hasil kajian dan kesiapan pendanaan.

Dalam perencanaan sebelumnya, jalur MRT sempat diproyeksikan melintasi kawasan padat seperti Ciputat dan Pamulang. Hal ini mempertimbangkan faktor tingginya mobilitas harian masyarakat menuju Jakarta. Tersedianya jalur MRT dinilai mampu melayani kebutuhan masyarakat terkait transportasi publik.

Namun, kabar perkembangan terbaru menyebutkan bahwa jalur tersebut tidak lagi menjadi fokus utama. Beberapa pertimbangan teknis menjadi faktor penting perubahan rancangan jalur, salah satunya terkait pembebasan lahan. Kawasan padat penduduk cenderung membutuhkan biaya pengadaan lahan yang tinggi serta memiliki kompleksitas sosial lebih besar.

Baca Juga: Urban Farming, Inovasi Hijau untuk Hidup Sehat di Perkotaan

 Selain itu, perubahan arah jalur juga dipengaruhi oleh pertimbangan ekonomi dari proyek ini. Jalur menuju kawasan pengembangan swasta seperti BSD dinilai memiliki potensi pembiayaan lebih kuat. Terbukti dengan ditandatanganinya nota kesepahaman kerjasama dengan Sinar Mas Land pada Juli 2025 terkait pengembangan jalur MRT menuju BSD.

Nilai investasi proyek MRT ini diperkirakan mencapai sekitar Rp20 triliun. Biaya pembangunan per kilometer akan mencapai Rp2,3 triliun untuk jalur bawah tanah. Besarnya kebutuhan dana menjadi alasan dibalik penentuan rute tersebut.

Akan tetapi, pergeseran jalur ini justru memunculkan kritik dari masyarakat. Umumnya, kritik yang datang, menyoroti pentingnya keseimbangan antara fungsi transportasi publik dan kepentingan komersial. Mereka menilai bahwa jalur baru ini lebih mengutamakan kawasan bisnis dibanding kebutuhan warga di wilayah padat.

Diskusi publik tersebut juga memunculkan beberapa usulan alternatif. Salah satunya adalah penguatan moda transportasi lain menuju kawasan padat, seperti bus atau Transjabodetabek. Usulan ini dianggap lebih realistis untuk bantu memenuhi tingginya kebutuhan akomodasi masyarakat di daerah penyangga.

Meski begitu, konstruksi fisik proyek ini belum dimulai. Studi kelayakan masih berlangsung dan kemungkinan-kemungkinan teknis lainnya masih bisa mengalami perubahan. Pada akhirnya, keputusan final akan mempertimbangkan berbagai aspek, termasuk tujuan utama pengadaan transportasi publik, memfasilitasi mobilitas masyarakat.

Editor : Bintang Pradewo
#mrt tangsel #bsd #mrt #ciputat