Aglomerasi Metropolitan Politik Pemerintahan

CFD Rasuna Said Kembali Digelar Rutin Mulai 7 Juni 2026, Jadwal Baru dan Sejumlah Rekayasa Lalu Lintas Telah Disiapkan

Deby Alya Ramadhani • Jumat, 5 Juni 2026 | 11:32 WIB
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta resmi memperluas area Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) atau Car Free Day (CFD) ke kawasan Jalan H.R. Rasuna Said, Jakarta Selatan. (Istimewa)
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta resmi memperluas area Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) atau Car Free Day (CFD) ke kawasan Jalan H.R. Rasuna Said, Jakarta Selatan. (Istimewa)

JawaPos.com – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memastikan kegiatan Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) atau Car Free Day (CFD) di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, akan kembali digelar secara rutin. Pelaksanaannya akan dimulai pada Minggu, 7 Juni 2026. CFD di Rasuna Said dijadwalkan akan digelar pukul 05.30 hingga 09.00 WIB.

Kabar ini disampaikan oleh Staf Khusus Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Bidang Komunikasi Publik, Cyril Raoul Hakim atau Chico Hakim. Disebutkan jika sebelum ditetapkan sebagai jadwal rutin, evaluasi lapangan telah lebih dulu dilakukan. Evaluasi tersebut dilakukan oleh Dinas Perhubungan (Dishub) DKI.

Sejumlah aspek menjadi perhatian khusus dalam evaluasi pelaksanaan CFD Rasuna Said. Diantaranya meliputi kesiapan infrastruktur pasca proyek revitalisasi serta pengaturan lalu lintas dengan mempertimbangkan aktivitas masyarakat di sekitar kawasan tersebut. Evaluasi dilakukan tepat setelah penyelenggaraan perdana pada 10 Mei 2026 lalu.

Mengingat koridor ini merupakan salah satu jalur utama mobilitas warga Jakarta, waktu CFD dibatasi menjadi lebih singkat dari koridor utama Sudirman.  Selain itu, sejumlah rekayasa lalu lintas telah disiapkan untuk memastikan kelancaran mobilitas. Hal ini mempertimbangkan aktivitas di area perkantoran serta fasilitas umum yang berada di kawasan tersebut.

CFD Rasuna Said akan berlangsung pada dua segmen jalur utama. Segmen utara–selatan mencakup Jalan Gembira hingga Jalan Raya Casablanca. Sementara segmen selatan–utara dibuka sepanjang Jl. Prof. Dr. Satrio, Jl. Setiabudi Utara Raya, dan Jalan Setiabudi Tengah.

Pemprov DKI Jakarta memastikan layanan angkutan umum tetap beroperasi selama CFD berlangsung. Beberapa koridor Transjakarta menjadi opsi transportasi yang tetap akan melayani penumpang seperti biasanya. Diantaranya yaitu koridor 6H Senen-Lebak Bulus, 6B Ragunan-Balai Kota via Semanggi, 6A Ragunan-Balai Kota via Kuningan, serta beberapa koridor lain seperti L13, 4D, dan koridor 6.

Moda transportasi lain yang tetap beroperasi normal yaitu LRT Jabodebek. Rute Dukuh Atas – Harjamukti dan Dukuh Atas - Jatimulya akan tetap tersedia untuk melayani penumpang. Operasional kedua moda transportasi tersebut bisa menjadi alternatif alat mobilitas masyarakat untuk menuju kawasan Kuningan selama gelaran CFD.

Selain persiapan layanan transportasi umum, Pemprov juga telah menyiapkan sejumlah skema rekayasa lalu lintas. Beberapa rekayasa yang disiapkan merupakan rute alternatif menuju Kedutaan Besar Yunani, Rusia, Timor Leste, dan India. Pengaturan tersebut dilakukan agar akses menuju kawasan diplomatik tetap dapat berjalan dengan baik.

Tidak hanya jalur menuju kedutaan besar, akses menuju ke beberapa gereja yang biasanya harus melintasi koridor Rasuna Said juga dibuatkan skema alternatif. Berdasarkan unggahan Instagram resmi @dkijakarta, rekayasa lalu lintas tersebut meliputi rute menuju Gereja GKDI, Gereja Trinity Jakarta, Jakarta Rock Center, serta GBI Sudirman.

Bagi masyarakat yang datang ke CFD menggunakan kendaraan bermotor, telah tersedia fasilitas parkir khusus. Sekitar 3.687 satuan ruang parkir (SRP) disediakan di sekitar jalur utama CFD. empat kantong parkir yang dapat digunakan berada di Pasar Festival dan GOD Soemantri, kawasan Rasuna Epicentrum, Setiabudi One, serta Gedung Nyi Ageng Serang.

Meski berbagai skema operasional telah disiapkan, rencana pelaksanaan rutin CFD Rasuna Said masih menuai beragam tanggapan di media sosial. Banyak komentar yang datang menyoroti potensi dampak terhadap lalu lintas, akses menuju fasilitas penting, dan mobilitas pekerja pada akhir pekan. Isu ini menjadi perbincangan akibat pelaksanaan perdananya yang menjadi perhatian publik karena menimbulkan kemacetan di sejumlah ruas jalan sekitar kawasan Kuningan.

Editor : Bintang Pradewo
#cfd #cfd rasuna said