Aglomerasi Metropolitan Politik Pemerintahan

Jangan Keburu Dibuang! Yuk Kurangi Food Waste Mulai dari Pilah Sampah di Rumah

Muhammad Irfan Hidayat • Jumat, 5 Juni 2026 | 11:34 WIB
Mengurangi food waste menjadi salah satu langkah sederhana yang bisa dilakukan setiap orang untuk membantu lingkungan. (Getty Images)
Mengurangi food waste menjadi salah satu langkah sederhana yang bisa dilakukan setiap orang untuk membantu lingkungan. (Getty Images) 

JawaPos.com - Pernah nggak sih beli makanan karena lapar mata, tapi ujung-ujungnya malah basi di kulkas lalu berakhir di tempat sampah ? Atau mengambil porsi makan terlalu banyak, tapi tidak habis? Kalau pernah, kamu nggak sendirian. Kebiasaan yang terlihat sepele ini ternyata menjadi bagian dari masalah besar yang disebut food waste atau sampah makanan.

Masalahnya, food waste bukan cuma soal makanan yang terbuang percuma. Di balik setiap nasi yang tersisa, sayur yang membusuk, atau makanan yang kadaluarsa, ada air, energi, lahan, dan tenaga manusia yang ikut terbuang sia-sia. Sisa makanan menjadi penyumbang sampah terbesar di Indonesia dengan porsi mencapai lebih dari 40 persen dari total sampah nasional. Bahkan di Jakarta, hampir separuh sampah harian berasal dari sisa makanan.

Karena itu, mengurangi food waste menjadi salah satu langkah sederhana yang bisa dilakukan setiap orang untuk membantu lingkungan. Kabar baiknya, langkah tersebut bisa dimulai dari rumah, bahkan dari tempat sampah kita sendiri.

Sebelum membahas lebih jauh, ada baiknya mengenal dua istilah yang sering dianggap sama, yaitu food loss dan food waste. Food loss adalah kehilangan pangan yang terjadi sebelum makanan sampai ke tangan konsumen, misalnya akibat kerusakan saat panen, penyimpanan, atau distribusi. Sementara food waste terjadi ketika makanan yang sebenarnya masih layak konsumsi justru dibuang oleh restoran, toko, maupun rumah tangga. Dengan kata lain, makanan yang lupa dimakan hingga basi di kulkas termasuk kategori food waste.

Lalu, kenapa food waste perlu menjadi perhatian? Selain memperparah volume sampah, makanan yang membusuk di tempat pembuangan akhir menghasilkan gas metana yang berkontribusi terhadap perubahan iklim. Belum lagi sumber daya yang sudah digunakan untuk memproduksi makanan tersebut menjadi sia-sia. Bayangkan saja, untuk menghasilkan satu porsi makanan diperlukan proses panjang mulai dari menanam, memanen, mengolah, mengemas, hingga mengirimkannya ke konsumen. Ketika makanan itu dibuang, seluruh proses tersebut ikut terbuang percuma.

Karena itulah, kebiasaan memilah sampah menjadi sangat penting. Selama ini banyak orang masih mencampur semua jenis sampah dalam satu kantong. Padahal, sampah organik seperti sisa makanan, kulit buah, dan ampas sayuran memiliki karakteristik berbeda dengan sampah plastik, kertas, atau kaca. Ketika semuanya tercampur, proses pengolahan menjadi lebih sulit dan peluang untuk didaur ulang pun berkurang.

Mulai sekarang, coba sediakan dua wadah sampah di rumah. Wadah pertama untuk sampah organik seperti sisa makanan dan kulit buah, sedangkan wadah kedua untuk sampah anorganik seperti plastik, kaleng, dan kertas. Cara sederhana ini bisa membantu proses pengelolaan sampah menjadi jauh lebih efektif. Sampah organik bahkan bisa diolah kembali menjadi kompos yang bermanfaat bagi tanaman.

Selain memilah sampah, ada beberapa cara mudah lain yang bisa dilakukan untuk mengurangi food waste. Pertama, buat daftar belanja sebelum pergi ke supermarket agar tidak membeli bahan makanan berlebihan. Kedua, rencanakan menu mingguan supaya bahan yang dibeli benar-benar digunakan. Ketiga, simpan makanan sesuai aturan penyimpanannya agar lebih tahan lama. Dan yang paling sederhana, ambil makanan secukupnya saat makan sehingga tidak ada yang tersisa.

Menariknya, kesadaran untuk memilah sampah kini juga mulai didorong oleh pemerintah. Pada 2026, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mewajibkan pemilahan sampah rumah tangga sebagai bagian dari upaya mengurangi krisis sampah yang terus meningkat. Kebijakan ini muncul seiring tingginya volume sampah yang harus ditangani setiap hari dan semakin besarnya tekanan terhadap fasilitas pengolahan sampah.

Mengurangi food waste tidak selalu membutuhkan langkah besar. Justru perubahan kecil yang dilakukan secara konsisten sering kali memberikan dampak paling nyata. Mulai dari mengambil porsi makan secukupnya, menghabiskan makanan yang sudah dibeli, hingga memilah sampah di rumah, semuanya bisa menjadi kontribusi sederhana untuk lingkungan yang lebih bersih dan berkelanjutan.

PENULIS : Muhammad Irfan Hidayat

Editor : Bintang Pradewo
#pilah sampah #food waste