JawaPos.com - Siapa tidak kenal dengan tempe. Makanan dari kacang kedelai ini sangat akrab bagi masyarakat Indonesia. Kini tempe tidak hanya sekadar makanan dari Nusantara. Karena dengan keotentikannya, tempe bisa menjadi warisan budaya dunia dari Indonesia.
Pemahaman soal tempe ini disampaikan oleh TempeLand kepada 60 anak di Supermal Karawaci, Tangerang, Banten, pada Sabtu (18/7).
Anak-anak tersebut mendapat pelatihan dalam Workshop Pembuatan Tempe for Kids dalam rangkaian acara Fun & Creative. Event itu diselenggarakan oleh AdventureFamz x Supermal Karawaci,
Co-Founder TempeLand, Dadi Maskar, mengatakan bahwa pihaknya mengajak puluhan anak dan orang tua mengenal lebih dekat tempe sebagai pangan asli Indonesia yang bergizi tinggi sekaligus memiliki nilai budaya yang mendunia.
Lebih dari itu, tempe merupakan pangan fermentasi yang kaya protein berkualitas tinggi, serat pangan, vitamin, mineral, serta berbagai senyawa bioaktif yang bermanfaat bagi kesehatan. Para orang tua juga memperoleh wawasan baru mengenai beragam inovasi olahan tempe.
Baca Juga: BNI Xpora Lepas Kripik Tempe Kultiva Ekspor Produk ke China
Selain itu, tempe mencerminkan kearifan lokal, ilmu pengetahuan, inovasi pangan, serta gaya hidup berkelanjutan yang kini semakin relevan di tingkat global. Untuk itu, tempe ini perlu mendapatkan pengakuan dunia. Pengakuan itu menjadi kebanggaan. Tetapi yang jauh lebih penting lagi, generasi muda Indonesia lebih mengenal, mencintai, dan bangga terhadap tempe.
"Jika anak-anak Indonesia tidak memahami nilai warisan budayanya sendiri, maka pengakuan internasional tidak akan memiliki makna yang utuh," bebernya.
Maka dari itu, TempeLand hadir untuk mentransmisikan pengetahuan, nilai budaya, dan kebanggaan terhadap tempe kepada generasi penerus bangsa. Sehingga, TempeLand juga mengenalkan minuman berbahan dasar tempe. Hal itu menunjukkan bahwa pangan tradisional Indonesia memiliki potensi besar untuk terus berkembang mengikuti kebutuhan masyarakat modern.
Adapun selama kegiatan, para peserta tidak hanya mempelajari sejarah dan proses pembuatan tempe, tetapi juga mempraktikkan langsung proses fermentasi tempe melalui metode yang interaktif dan menyenangkan.
"Edukasi pembuatan tempe ini seru banget. Programnya bagus karena anak-anak jadi tahu seperti apa proses pembuatan tempe. Kami sebagai orang tua juga baru tahu bahwa tempe bisa dibuat menjadi minuman. Ini sangat menarik," ujar Adah Rosidah, salah satu perwakilan orang tua.
Untuk diketahui, Pemerintah Indonesia secara resmi telah mengajukan Tempe kepada UNESCO sebagai Intangible Cultural Heritage (ICH) atau Warisan Budaya Takbenda Dunia.
Pengajuan tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat posisi tempe sebagai identitas budaya Indonesia sekaligus meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap salah satu warisan kuliner terbaik bangsa.
TempeLand meyakini keberhasilan pengajuan tersebut tidak hanya bergantung pada pengakuan internasional, tetapi juga pada tumbuhnya rasa bangga di dalam negeri.
Oleh karena itu, edukasi kepada anak-anak dan keluarga menjadi langkah strategis agar tempe tetap hidup sebagai budaya yang diwariskan, bukan sekadar produk pangan yang dikonsumsi.
Sejak berdiri pada tahun 2018, TempeLand secara konsisten menyelenggarakan berbagai program edukasi seperti TempeLand Goes to School, Goes to Campus, Goes to Community, Virtual Tour, serta menerima kunjungan outing class dan field trip dari sekolah, perguruan tinggi, komunitas, perusahaan, instansi pemerintah, hingga peserta mancanegara.
Melalui pendekatan edukasi yang kreatif dan berbasis pengalaman, TempeLand terus membangun kesadaran bahwa tempe merupakan warisan budaya Indonesia yang layak dibanggakan di tingkat dunia. Kegiatan di Supermal Karawaci menjadi salah satu langkah nyata untuk menanamkan kecintaan terhadap tempe sejak usia dini.
Harapannya, semakin banyak anak Indonesia yang tumbuh dengan keyakinan bahwa tempe bukan hanya makanan sehat, melainkan simbol inovasi, identitas, dan kebanggaan bangsa yang harus dijaga serta diwariskan kepada generasi mendatang.
Editor : Ilham Safutra