Antisipasi Potensi Tanah Longsor, BPBD DKI Ingatkan Lurah-Camat

Yogi Wahyu Priyono • Dipublikasikan Kamis, 10 April 2025 | 15:16 WIB
Selain rawan longsor saat musim hujan, dampak banjir pun harus diantisipasi. Contohnya yang kerap terjadi di Jalan Kembangan Selatan, Jakarta Barat.
Selain rawan longsor saat musim hujan, dampak banjir pun harus diantisipasi. Contohnya yang kerap terjadi di Jalan Kembangan Selatan, Jakarta Barat.

JawaPos.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) meminta para lurah, camat, dan masyarakat untuk tetap mengantisipasi adanya potensi gerakan tanah pada saat curah hujan di atas normal selama April 2025.

Menurut informasi dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), beberapa wilayah di Jakarta berpotensi terjadi gerakan tanah berdasar hasil tumpang susun (overlay) antara peta zona kerentanan gerakan tanah dengan peta prakiraan curah hujan bulanan yang diperoleh dari BMKG.

Berdasar data Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), beberapa wilayah di Provinsi DKI Jakarta berada di zona menengah potensi terjadinya tanah longsor, yaitu Jakarta Selatan, meliputi wilayah Kecamatan Cilandak, Jagakarsa, Kebayoran Baru, Kebayoran Lama, Mampang Prapatan, Pancoran, Pasar Minggu dan Pesanggrahan. Kemudian, wilayah Jakarta Timur, meliputi wilayah Kramat Jati dan Pasar Rebo.

Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta, Isnawa Adji mengatakan, beberapa wilayah tersebut berada di zona menengah potensi terjadinya tanah longsor. ’’Pada zona menengah dapat terjadi gerakan tanah jika curah hujan di atas normal, terutama pada daerah yang berbatasan dengan lembah sungai, gawir, tebing jalan atau jika lereng mengalami gangguan,’’ terang Isnawa Rabu (9/4).

Ia meminta camat dan lurah beserta masyarakat aktif mengecek kondisi wilayahnya masing-masing, terutama yang berdekatan dengan aliran sungai maupun terdapat tebing atau gawir. ’’Petugas TRC BPBD di setiap kelurahan bersama lurah dan camat memonitor bersama apabila ada kondisi tertentu yang membutuhkan penanganan baik BPBD maupun instansi terkait. lokasi yang sudah dipetakan dikoordinasikan dengan Dinas SDA pelaksanaan teknis di lapangan,’’ katanya.

Isnawa menjelaskan, antisipasi lainnya yang dapat dilakukan yakni dengan membuat bronjong dan turap mandiri, apabila tanah dalam keadaan miring atau berpotensi bergerak atau bergeser. BPBD DKI Jakarta mengajak masyarakat untuk melakukan penanaman pohon di lokasi rawan dan sudah minim vegetasi untuk mencegah potensi bahaya tanah longsor serta meminimalkan dampak yang lebih serius jika terjadi hujan lebat.

’’Penanganan bencana harus secara komprehensif. Upaya antisipasi bisa dilakukan swadaya atau kolektif oleh masyarakat,’’ tutupnya.

Editor : Arief Indra Dwisetyadi
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi