JawaPos.com – Rencana pembangunan Moda Raya Terpadu (MRT) ke Kota Tangsel masih berlanjut. Pemkot Tangsel berharap feasibility study (FS) atau studi kelayakan MRT akan rampung pertengahan tahun ini.
Wakil Wali Kota Tangsel Pilar Saga Ichsan menyampaikan, terkait rencana pembangunan MRT menuju Kota Tangsel, saat ini PT MRT Jakarta akan menyelesaikan FS terlebih dahulu. Sebab, mereka masih meminta waktu.
’’Mudah-mudahan di pertengahan tahun ini selesai. Kalau jalur yang mana sepertinya mereka sudah tertarik dengan salah satu trase, tapi saya belum bisa menyampaikan kepada publik karena takutnya mendahului dari kebijakan PT MRT,’’ ungkap Pilar kemarin (11/3).
Pilar menuturkan, pembangunan MRT akan menjadi prioritas Pemkot Tangsel ke depan. Karena itu, pihaknya berharap Pemprov Banten dan DKI bisa ikut serta dalam mendorong proyek strategis nasional tersebut untuk masuk ke Tangsel.
Sebagaimana diketahui, pemerintah juga berencana membangun skytrain atau kereta gantung dengan rute ICE BSD, Kabupaten Tangerang ke Lebak Bulus, Jakarta Selatan. Adapun trasenya dari ICE BSD akan terintegrasi dengan Stasiun Rawa Buntu, Serpong, Kota Tangsel, kemudian masuk ke Bintaro menuju ke arah Lebak Bulus, sejauh lebih kurang 21,2 kilometer.
Menanggapi hal tersebut, Pilar masih menunggu arahan dari Kementerian Perhubungan untuk skytrain melewati Kota Tangsel. Menurut dia, rencananya tersebut juga menunjukkan keseriusan pembangunan MRT ke Kota Tangsel.
’’Jadi, katanya skytrain itu akan mengkoneksikan, kayaknya TOD MRT. Kita menyambut baik ini, yang terpenting adalah tujuannya untuk mengatasi masalah transportasi publik yang ada di Tangsel dan membantu mengatasi masalah kemacetan. Jadi, kami menunggu arahannya, pasti Kemenhub mempunyai kajian mendalam sendiri, secara akademisnya seperti apa, mana moda yang cocok,’’ ujarnya.
Editor : Arief Indra Dwisetyadi