JawaPos.com – Delapan wartawan menjadi korban pengeroyokan oleh oknum anggota Brimob, ormas, serta sejumlah karyawan PT Genesis Regeneration Smelting di Desa Cemplang, Kecamatan Jawilan, Kabupaten Serang, Kamis (21/8).
Insiden kekerasan ini terjadi beberapa saat setelah Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) melakukan upaya penyegelan terhadap perusahaan peleburan timah ilegal tersebut.
Sebelum penyegelan, petugas dari KLH sempat bersitegang dengan pihak keamanan perusahaan. Awak media juga dilarang mengambil gambar maupun video.
Situasi semakin memanas setelah penyegelan selesai dan rombongan utama KLH meninggalkan lokasi. Wartawan serta humas KLH yang berada dalam rombongan terakhir kemudian menjadi bulan bulanan dengan cara disandera dan dianiaya.
Salah satu korban, Suhendi wartawan Jawapos TV, mengatakan sebelum dikeroyok, mereka sempat dipanggil oleh anggota Brimob untuk menghadap HRD perusahaan. Namun, karena situasi dirasa tidak aman, ajakan tersebut ditolak oleh mereka.
Beberapa saat setelah meninggalkan lokasi perusahaan dan hendak menaiki sepeda motor, mereka justru dihadang dan diserang secara brutal oleh petugas keamanan perusahaan.
"Jadi kami mau keluar, Tiba-tiba ditahan dan langsung diserang oleh petugas yang ada termasuk anggota berseragam brimob,'' ungkap Suhendi.
Akibat pengeroyokan ini, satu orang wartawan di antaranya yakni Rifki dari media Tribun Banten mengalami luka memar di bagian wajahnya. Sedangkan humas dari KLH terlihat terkapar setelah diinjak di bagian kepala. (wadde)
Editor : Arief Indra Dwisetyadi