JawaPos.com - Sebanyak 135 santri pondok pesantren di Kawasan Kelurahan Tugu, Kecamatan Cimanggis, Kota Depok, diduga mengalami keracunan makanan. Kabar itu dibenarkan Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Depok, Mary Liziawati.
Menurut dia, kejadian ini berlangsung pada Senin (1/9). Saat itu, Rumah Sakit Bhayangkara Brimob, Kelapa Dua, Kota Depok dan Puskesmas Tugu menerima puluhan santri. Mereka mengalami muntah, demam, diare, dan pusing.
“Sekitar 135 santri sudah ditangani di rumah sakit maupun puskesmas,” jelas Mary, Rabu (3/9).
Dia memastikan, Dinkes Kota Depok sudah berkoordinasi dengan puskesmas terdekat untuk melakukan pemantauan kesehatan. Selain itu, Mary juga memastikan dugaan keracunan santri tersebut berasal dari makanan dapur internal pondok pesantren.
“Bukan MBG, dari dapur internal Ponpes,” kata Mary.
Sementara itu, berdasarkan keterangan Humas RS Brimob, Kota Depok, sebanyak 57 orang datang. Dari jumlah itu, sebanyak 31 orang menjalani rawat inap dan 26 orang menjalani rawat jalan. Gejala yang dialami diduga berhubungan dengan konsumsi makanan tertentu.
Selanjutnya pada Selasa (2/9), sembilan orang mengalami keluhan serupa dan harus menjalani perawatan inap. Pada hari yang sama, sebanyak 10 orang yang sebelumnya menjalani rawat inap telah dinyatakan membaik dan diperbolehkan pulang melanjutkan pemulihan dengan rawat jalan.
Sedangkan, pada Rabu (3/9), datang dua santri dengan gejala yang sama. Kedua pasien dilakukan rawat inap. Sisanya pasien dilaporkan menjalani perawatan ke sejumlah fasilitas kesehatan di kawasan Tugu.
Editor : Arief Indra Dwisetyadi