JawaPos.com – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung bersama Wakil Gubernur DKI Rano Karno resmi membuka Festival Imlek Jakarta 2026 di Halte Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jumat (12/2). Pembukaan digelar meriah dan dihadiri jajaran Pemprov DKI, perwakilan pemerintah pusat, serta masyarakat.
Dalam sambutannya, Pramono menegaskan komitmen Jakarta sebagai kota inklusif dan kota global yang terbuka bagi semua kalangan. “Jakarta hari ini memulai sesuatu yang baru, yaitu Festival Imlek Jakarta 2026 di berbagai tempat di Jakarta. Mengapa acara ini diadakan? Karena sekali lagi, Jakarta akan menjadi kota yang inklusif, kota global, kota bagi siapa pun, dan bagi semua agama yang diakui pemerintah, termasuk merayakan Imlek,” ujar Pramono.
Menurutnya, warga Tionghoa memiliki kontribusi besar terhadap perkembangan budaya Betawi. Akulturasi yang tumbuh selama ini menjadi bukti bahwa Jakarta merupakan kota penuh warna. “Akulturasi di Jakarta menjadi contoh bahwa kota ini memang colorful, terlihat dari tradisi, budaya, dan sebagainya,” katanya.
Festival Imlek Jakarta 2026 mengusung semangat Tahun Kuda Api dengan harapan membawa keberuntungan, kenyamanan, keamanan, kebahagiaan, sekaligus keberanian untuk berbuat lebih baik bagi warga.
Pramono juga mengapresiasi penampilan Simfoni Imlek Jakarta yang melibatkan berbagai komunitas lintas budaya. Dia mengaku terkesan karena sebagian besar penampil berasal dari komunitas Jawa, Betawi, dan Sunda yang membawakan lagu-lagu Mandarin.
“Saya kaget, sebagian besar dari komunitas adalah orang-orang Jawa, Betawi, Sunda. Mereka pakai hijab, tapi mereka menyanyikan lagu-lagu Mandarin,” ujarnya sambil tersenyum.
Rangkaian kegiatan Festival Imlek Jakarta 2026 digelar di sejumlah titik ibu kota. Di antaranya Lomba Dekorasi Imlek yang diikuti sekitar 98 gedung di Jakarta hingga 17 Februari. Kemudian Festival Pecinan Jakarta pada 15–17 Februari di Anjungan Taman Mini Indonesia Indah.
Selain itu, Harmoni Jakarta berlangsung 15–17 Februari di Blok M Hub. Semarak Imlek Nasional juga digelar di Monas dengan suguhan video mapping bekerja sama dengan pemerintah pusat.
Lalu, ada Jakarta Light Festival yang akan diadakan 16–17 Februari di Kota Tua Jakarta. Seluruh klenteng di Jakarta juga dilibatkan dalam Festival Klenteng Jakarta. Puncaknya, perayaan Cap Go Meh dijadwalkan berlangsung 3 Maret 2026 di kawasan Pecinan Glodok.
Usai membuka festival, Pramono turun dari halte Bundaran HI dan menyeberang menuju Plaza Indonesia untuk menyapa warga. Kerumunan massa yang padat sempat dimanfaatkan seorang copet untuk beraksi. Namun, warga sigap menyadari upaya pencurian tersebut.
Petugas Satpol PP dan Dinas Perhubungan DKI Jakarta langsung mengamankan terduga pelaku. Situasi kembali kondusif dan Pramono bersama jajaran melanjutkan menyapa masyarakat serta para penampil di depan Plaza Indonesia.
Editor : Bintang Pradewo