JawaPos.com – Kejadian kehilangan anak berinisial A, 11, sempat membuat heboh jagat media sosial di Kota Depok. Sebelumnya, bocah perempuan itu disebut raib setelah pulang sekolah pada Rabu (23/5).
Kabar itu menyebar luas di media sosial dan memicu kekhawatiran tentang maraknya penculikan anak di wilayah Kota Depok. Namun, setelah dilakukan penyelidikan oleh pihak kepolisian, kasus tersebut dipastikan tidak benar. Polisi menyatakan bahwa informasi tersebut adalah hoaks yang direkayasa oleh ibu tirinya, yang juga berinisial A.
Kasi Humas Polres Metro Depok, AKP Yuni, menjelaskan, A menyampaikan informasi palsu kepada pihak sekolah dan mengklaim anak tirinya hilang karena tak kunjung pulang hingga sore. Nyatanya, anak itu tidak hilang, melainkan dititipkan kepada kerabat A di daerah Pondok Ranji, Ciputat Timur, Tangerang Selatan. ’’Setelah dibuatkan laporan dan ditemukan oleh tim dari Polda, ternyata anaknya itu dititipkan ke saudaranya,’’ ungkap Yuni di Mapolres Metro Depok, Jumat (25/4).
Hasil interogasi mengungkap motif mengejutkan di balik rekayasa tersebut. A mengaku bahwa tindakan itu didorong oleh kerinduan sang anak terhadap ayah kandungnya yang sudah lama tidak pulang dari Bali. ’’Terus ibunya sarankan katanya, ya sudah kamu pura-pura, hilang aja, mungkin nanti orang tuanya, bapaknya, bisa mengetahui dan datang gitu,’’ jelas Yuni.
Dia menambahkan, aksi tersebut murni merupakan rekayasa dengan tujuan pribadi dan tidak berkaitan dengan isu penculikan anak. ’’Jadi itu hanya rekayasa saja, supaya ayahnya itu kembali pulang gitu untuk menemui anaknya,’’ sambungnya.
AKP Yuni menegaskan, hingga saat ini tidak ada laporan atau temuan kasus penculikan anak di wilayah Kota Depok sebagaimana yang sempat ramai dibicarakan di media sosial. Dengan kejadian ini, polisi mengimbau masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum jelas kebenarannya, dan mengajak untuk lebih bijak dalam menyebarkan berita di media sosial.
Editor : Arief Indra Dwisetyadi