JawaPos.com – Penyerapan APBD Tangsel tahun 2025 hingga baru mencapai 32 persen. Hal itu diungkapkan oleh Plt Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kota Tangsel Heru Agus Santoso. ’’Terakhir, kita lihat per tanggal 30 Juni 2025 di angka 32 persen,’’ ungkap Heru Minggu (13/7).
Sebagaimana diketahui, APBD Kota Tangsel tahun 2025 yakni Rp 4,6 triliun. Dengan demikian, maka penyerapan anggaran pada tahun ini hingga triwulan II baru tercapai sekitar Rp 1,2 triliun. Heru menyampaikan, dari serapan anggaran 32 persen tersebut, didominasi oleh pekerjaan fisik yang mencapai 43 persen. Sisanya ada dari kegiatan nonfisik.
’’Kegiatan non fisiknya, seperti kegiatan pelatihan, pemberdayaan masyarakat, diklat dan lain-lain. Kalau untuk kegiatan fisik konstruksi saat ini masih dalam proses pekerjaan dan pengajuannya juga termin mereka,’’ terangnya.
Heru pun tak menampik, bila sampai saat ini penyerapan anggaran di Kota Tangsel masih rendah. ’’Ada deviasi sekitar 11 sampai 12 persen dari target yang sudah ditetapkan untuk penyerapan anggarannya,’’ ucapnya.
Sebelumnya, Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie mengatakan, hingga akhir triwulan II, penyerapan APBD Kota Tangsel tahun 2025 ditargetkan mencapai 50 persen. ’’Target saya akhir triwulan kedua, sudah mendekati angka 50 persen, serapan anggarannya. Masih on the track sih,’’ kata Benyamin.
Dia menuturkan, serapan anggaran saat ini memang masih kecil. Baru bulan pertama di triwulan kedua, serapan anggaran Kota Tangsel berkisar di angka 20-an persen. Dia menyampaikan, ada sejumlah kendala yang dihadapi tahun ini. Salah satunya, efisiensi anggaran. ’’Itu ada beberapa kegiatan yang tidak bisa dilaksanakan,’’ ucapnya.
Menindaklanjuti itu, Benyamin telah menginstruksikan jajarannya untuk melakukan percepatan tender. ’’Saya sudah instruksikan untuk menginventarisir tender-tender yang segera bisa kita lakukan dalam triwulan kedua ini,’’ pungkasnya.
Editor : Arief Indra Dwisetyadi