JawaPos.com – Pemberantasan peredaran narkoba dan premanisme di wilayah DKI Jakarta menjadi prioritas yang harus ditangani. Terbukti, dalam sepekan sebanyak 100 pelaku penyalahgunaan narkoba ditangkap Polda Metro Jaya.
’’Kami sedang gencar melakukan pengungkapan ke atasnya, kalau barang ini dipakai tentu ada pengedar, tentunya ada bandar, tentu ada bandar lebih besar lagi,’’ kata Kapolda Metro Jaya Irjen Karyoto Kamis (8/5).
Karyoto menyebut pengguna narkoba merupakan korban. Pihaknya selalu memaksimalkan untuk dilakukan rehabilitasi dan hal itu menjadi tanggung jawab negara. ’’Langkah-langkah preventif dari awal kami sudah lakukan seperti penyuluhan, penindakan hampir setiap saat, bahkan penangkapan terhadap penyalahgunaan atau pengguna ini per minggunya di atas 100 orang,’’ terangnya.
Karyoto juga menyampaikan bahwa kunjungan Komisi III DPR RI, Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI Jakarta dan Badan Narkotika Nasional (BNN) merupakan suatu tenaga baru untuk mengungkap kasus narkoba lebih besar. Polda Metro Jaya berkolaborasi dengan Mabes (Polri) dengan BNN untuk pengungkapan lebih besar lagi. ’’Dari kunjungan Komisi III bukan di-charge baterainya, kami diganti baterai baru untuk lebih bisa semangat," ujarnya.
Anggota Komisi III DPR RI Hasbiallah Ilyas menambahkan pada kesempatan ini Komisi III DPR RI melakukan kunjungan spesifik ke Polda Metro Jaya untuk membahas soal peredaran narkoba dan pencegahannya menilai telah cukup maksimal. ’’Komisi III sangat mengapresiasi kinerja Kapolda Metro Jaya yang sangat bagus dan juga turunnya kriminal narkoba dan peredaran bisa dicegah secara maksimal,’’ kata Hasbiallah.
Dia juga meyakini Polda Metro Jaya akan lebih tegas dalam pencegahan dan penanganan terkait peredaran narkoba di wilayah DKI Jakarta. Komisi III DPR RI, Kejati DKI Jakarta dan perwakilan BNN melakukan kunjungan kerja spesifik ke Polda Metro Jaya terkait pemberantasan peredaran narkoba dan premanisme di wilayah DKI Jakarta.
Editor : Arief Indra Dwisetyadi