JawaPos.com – Curah hujan tinggi yang mengguyur ibu kota dalam beberapa waktu terakhir berdampak pada meningkatnya jumlah jalan rusak dan berlubang. Pemprov DKI Jakarta mencatat, sedikitnya 6.000 titik lubang tersebar di berbagai ruas jalan.
Kondisi tersebut memicu sejumlah kecelakaan lalu lintas. Sebelumnya, seorang pelajar SMKN 34 Jakarta berinisial ASP dilaporkan meninggal dunia akibat kecelakaan tunggal setelah sepeda motor yang dikendarainya menghantam jalan berlubang di Jalan Matraman Raya. Terbaru, seorang pengemudi ojek online (ojol) dikabarkan mengalami kecelakaan dan sempat pingsan di Flyover Grogol, Jakarta Barat.
Atas kondisi itu, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyebutkan, penambalan jalan kini dilakukan secara masif. Dia mengakui, kondisi jalan berlubang masih menjadi persoalan serius di tengah tingginya intensitas hujan.
“Memang lubang-lubang yang pada waktu minggu lalu kita hitung ada 6.000, sudah hampir sebagian besar kami tambal. Bahwa apakah penambalan itu sudah menyelesaikan secara keseluruhan meng-cover Jakarta, saya harus mengatakan belum,” ujar Pramono.
Menurut dia, Dinas Bina Marga DKI saat ini hanya memiliki sekitar 750 personel Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PJLP). Jumlah tersebut dinilai sangat kurang untuk memperbaiki jalan rusak maupun berlubang di lima wilayah kota dan satu kabupaten administrasi di Jakarta.
“Dalam rapat saya sudah menyetujui untuk PJLP Bina Marga DKI ditambah. Sekarang ini hanya kurang lebih 750 dan sangat kurang kalau kemudian dibagi untuk lima kota dan satu kabupaten. Sangat kurang sekali,” tegasnya.
Oleh karena itu, dia menyebutkan sudah menyetujui penambahan PJLP tersebut. Namun, untuk jumlahnya dia belum bisa memastikan, meskipun sebelumnya Wakil Gubernur DKI Rano Karno menyebutkan kebutuhan PJLP Dinas Bina Marga DKI itu mencapai 1.200 orang agar penanganan jalan rusak bisa dilakukan cepat.
Penambahan itu masih dalam tahap finalisasi keputusan. ‘Untuk jumlahnya, nanti diputuskan,’ katanya.
Terkait kecelakaan ojol di Grogol tersebut, Pramono mengaku belum menerima laporan detail mengenai kondisi korban. “Nanti saya cek dulu ya, saya belum tahu,” katanya.
Dia menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas kejadian yang terjadi akibat jalan berlubang. Namun, dia menegaskan tidak ada unsur pembiaran dari pemerintah.
“Kalau ada peristiwa seperti yang terjadi di Grogol, itu adalah peristiwa yang tentunya Pemerintah Jakarta mohon maaf dan tidak ada keinginan sama sekali untuk membiarkan itu,” ujarnya.
Pramono juga mengimbau warga agar tetap berhati-hati saat berkendara, terutama di titik-titik rawan kerusakan jalan.
Editor : Bintang Pradewo