JawaPos.com – Perusahaan Perseroan Daerah (Perseroda) Pembangunan Investasi Tangerang Selatan (PITS) mengklaim sudah mendapatkan keuntungan di tahun 2024. Yakni lebih dari Rp 4,3 miliar.
Sebagaimana diketahui, pada tahun 2014 Pemkot Tangsel melalui Peraturan Daerah (Perda) nomor 2 tahun 2013 mendirikan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dengan nama PT Pembangunan Investasi Tangerang Selatan (PT PITS). Perusahaan tersebut berbentuk holding company mengelola beberapa jenis usaha, yaitu pengelolaan air minum, transporter limbah medis, dan pasar tradisional-rakyat.
’’Tahun 2024 adalah masa yang penuh syukur dengan dibukukannya keuntungan bersih sebesar Rp 4.395.528.973 dengan aset air minum sebesar Rp 73.174.610.726 dan divisi aneka usaha sebesar Rp 153.768.695.521. Sehingga total kekayaan sebesar Rp 226.943.306.248,’’ ungkap Direktur Utama Perseroda PITS Tubagus Hendra Suherman di wilayah Pamulang, Senin (19/5).
Hendra menuturkan, capaian di tahun 2024 memiliki nilai yang sangat penting bagi perusahaan. Karena secara eksternal akan membangun persepsi positif dan kepercayaan publik.
’’Secara internal dalam perspektif bisnis merupakan pertanda sehatnya perusahaan karena berhentinya kerugian secara kumulatif dan beban operasional perusahaan yang semula mengandalkan penyertaan modal sudah bisa dipenuhi dari hasil usaha,’’ ungkapnya.
Dia mengatakan, kondisi itu merupakan buah dari kekuatan dalam menganalisis kondisi eksisting pengelolaan air minum di Kota Tangsel. Selain itu juga keberanian dalam melakukan terobosan untuk memetik nilai manfaat dalam bentuk kerja sama operasional guna meningkatkan pendapatan dan secara paralel melakukan pengembangan pelayanan air minum.
’’Aspek lain yang menjadi faktor pendorong capaian kinerja di tahun 2024 adalah perubahan secara fundamental budaya birokrasi menjadi budaya korporasi dan dilaksanakannya secara konsisten tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance). Baik dari sisi persepsi, konsepsi, dan implementasi,’’ terangnya.
Dia menegaskan, ketaatan terhadap seluruh regulasi yang berlaku dalam proses bisnis BUMD air minum diterapkan dengan penuh kesungguhan. Dia menambahkan, dalam upaya menunjang prospek bisnis yang berkesinambungan, pihaknya menggunakan strategi progresif terukur. Kemudian, melakukan inovasi dan menjalin kemitraan dengan investor.
’’Tahun 2025 sudah dimulai proses pengembangan SPAM Sungai Angke 2 sebesar 240 Ips dengan target pelayanan 27.000 sambungan langsung (SL) dan Sungai Cisadane sebesar 750 lps dengan target pelayanan 88.000 sambungan langsung (SL),’’ paparnya.
Editor : Arief Indra Dwisetyadi