JawaPos.com – Proyek pembangunan Moda Raya Terpadu (MRT) di Kota Tangsel telah dilakukan pengkajian ulang untuk rencana trase. Nantinya transportasi publik tersebut akan dibangun sepanjang 16 kilometer di Kota Tangsel.
Wakil Wali Kota Tangsel Pilar Saga Ichsan menyampaikan, Pemkot Tangsel dan Pemprov DKI sudah melakukan kajian ulang. Karena kajian yang lama tidak sesuai dengan kondisi sekarang ini.
’’Sudah dilakukan feasibility study (FS) lagi di tahun ini. Mudah-mudahan setelah itu keluar, trase mana yang cocok untuk dibangun,’’ kata Pilar Minggu (15/6).
Pilar menyampaikan, adapun jarak yang akan ditempuh MRT di wilayah Tangsel yakni sekitar 16 kilometer. Untuk anggarannya, bisa mencapai ratusan miliar. ’’Itu untuk membangun trek jembatan jalan layang MRT-nya, pembebasan lahan belum termasuk. Itu baru struktur sama kontruksinya, sama teknologi,’’ terang Pilar.
Dia menambahkan, untuk trase yang tengah dikaji ada dua. Yaitu, jalur selatan dan utara. ’’Jalur selatan nantinya MRT dari Jakarta melalui Pondok Cabe hingga sampai ke wilayah Serpong. Sedangkan jalur utara nantinya dari Jakarta melewati Bintaro, Pondok Aren sampai ke wilayah Serpong,’’ papar Pilar.
Editor : Arief Indra Dwisetyadi