Aglomerasi Metropolitan Politik Pemerintahan

Minta Guru Jaga Integritas Penddikan, Wali Kota Bekasi: Jangan Bebani Orang Tua Siswa dengan Finansial

Febry Ferdian • Senin, 28 Juli 2025 | 23:23 WIB

Wali Kota Bekasi Tri Adhianto bersalaman dengan para guru setelah membuka kegiatan peningkatan kualitas guru yang digelar Dinas Pendidikan Kota Bekasi di Balai Patriot.
Wali Kota Bekasi Tri Adhianto bersalaman dengan para guru setelah membuka kegiatan peningkatan kualitas guru yang digelar Dinas Pendidikan Kota Bekasi di Balai Patriot.


JawaPos.com - Wali Kota Bekasi Tri Adhianto menegaskan, pentingnya integritas dan kepedulian dalam proses pendidikan di Kota Bekasi. Hal itu disampaikan saat membuka kegiatan peningkatan kualitas guru yang digelar Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Bekasi di Balai Patriot, belum lama ini. 

Kegiatan tersebut dihadiri Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kota Bekasi Alexander Zulkarnaen serta ratusan guru dari berbagai jenjang satuan pendidikan. Tri menekankan perlunya membangun karakter peserta didik sejak dini, lewat metode belajar yang menyenangkan dan tidak menekan.

''Kita ajarkan sejak dini. Bermain itu harus menyenangkan, bukan menzhalimi. Jangan sampai karena tekanan sistem, anak-anak justru kehilangan semangat. Kita juga tidak ingin ada budaya no viral, no justice di dunia pendidikan. Jika ada masalah, kita selesaikan dengan cepat dan bijak,'' ujarnya.

Dia juga menyoroti jalur penerimaan siswa baru, mulai dari zonasi, afirmasi, prestasi hingga perpindahan orang tua. Menurutnya, seluruh sistem itu harus dijalankan secara kompetitif dan adil. Tri tak menampik dinamika pendidikan kerap memunculkan persoalan. Ia mencontohkan polemik yang sempat mencuat di SMPN 7 Bekasi. Namun ia memastikan, pemerintah tak akan diam.

''Saya paham betul tantangan di lapangan. Guru harus mengelola kelas yang kadang sampai 44 siswa. Tapi jangan sampai semangat kita menurun. Kita berikan yang terbaik. Allah yang balas, dan doa anak-anak itulah yang akan mengantarkan kita menuju kebahagiaan,'' ucapnya.

Masalah biaya pendidikan juga jadi sorotan. Tri menolak praktik-praktik pembebanan finansial yang tidak proporsional kepada orang tua, seperti kegiatan renang atau les tambahan yang dijadikan ajang pungutan. ''Renang jangan dijadikan tempat ‘ambil nilai’. Jangan memaksakan orang tua membayar mahal hanya untuk kegiatan yang seharusnya membentuk karakter, bukan memberatkan,” tegasnya.

Tak kalah penting, ia juga mengingatkan agar seluruh proses penempatan kepala sekolah dan sertifikasi guru dilakukan secara bersih dan terbuka. ''Tidak boleh lagi ada titip jabatan, bayar jadi kepala sekolah, atau bayar sertifikasi. Ini soal integritas. Mari kita ubah kebiasaan lama dan jaga marwah pendidikan di Kota Bekasi,” papar dia.

Editor : Arief Indra Dwisetyadi
#Wali Kota Bekasi Tri Adhianto #kota bekasi