JawaPos.com – Mendekati Pilkada DKI Jakarta 2024, Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI menggelar acara sosialisasi Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur. Sosialisasi ini diikuti ratusan penyandang disabilitas atau kaum difabel se-DKI Jakarta.
Ketua KPI DKI Jakarta Wahyu Dinata mengatakan, melalui kegiatan sosialisasi ini pihaknya ingin memastikan seluruh kelompok masyarakat bisa mendapatkan informasi yang utuh mengenai Pemilu. ’’Makanya kami hari ini mengadakan sosialisasi pemilu untuk semua. Sosialisasi ini adalah tugas kami, karena salah satu akses Pemilu adalah aksesibilitas,’’ terang Wahyu Minggu (24/11).
Wahyu menjelaskan, aksesibilitas itu artinya semua orang bisa mendapatkan akses penuh terhadap penggunaan hak-hak pilih mereka di tempat pemungutan suara (TPS). ’’Makanya kami mencanangkan pada petugas kami di TPS untuk terpesisi benar-benar akses. Luas pintu tidak boleh kurang dari 90 sentimeter. Meja pencoblosan tidak boleh ada pembatas. Meja pemberian suara tidak boleh lebih dari 35 sentimeter,’’ ucapnya.
Selain itu, menurut dia, pihaknya juga sudah menyediakan alat bantu tunanetra saat akan menentukan pilihannya di TPS. ’’Kami juga menyediakan alat bantu tunanetra di tempat pemungutan suara. Jadi, dengan alat bantuan kita, mudah-mudahan teman-teman kita bisa juga menggunakan aktivitasnya secara mandiri,’’ kata Wahyu.
Dalam pelaksanaan Pemilu, KPU DKI juga memperkenankan para penyandang disabilitas yang memerlukan pendamping pemilih. ’’Pendamping pemilih yang ingin menggunakan aktivitasnya, silakan menggunakan pendamping kalau memang tidak bisa melakukannya secara mandiri. Nanti ada formulir terkait pendamping pemilih,’’ tandasnya.
Editor : Arief Indra Dwisetyadi